Bagaimana Peran Sequis Agen Asuransi di Tengah Tantangan Ekonomi?
- Sulawesi.viva.co.id
SULAWESI.VIVA.CO.ID -- Di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan ketenagakerjaan di daerah, Sequis membuka kantor pemasaran baru Legend Fighter Agency di Makassar.
Langkah ini bukan hanya strategi ekspansi bisnis, tetapi juga upaya menghadirkan solusi konkret terhadap masalah rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya peluang kerja produktif di kota ini.
Terletak di Center Point of Indonesia (CPI) Business Park , kantor ini menjadi titik baru pengembangan jalur keagenan Sequis—kanal distribusi yang menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan premi perusahaan.
Dalam industri yang mengalami tekanan akibat pemanasan ekonomi dan rendahnya penetrasi asuransi , jalur ini masih terbukti relevan dan adaptif.
Data BPS Kota Makassar menunjukkan 72,87% penduduk berada dalam usia produktif. Namun, angka ini belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi daya saing ekonomi.
Sequis melihat celah tersebut sebagai peluang: terbukanya akses profesi agen asuransi bagi masyarakat yang ingin naik kelas secara ekonomi sekaligus mendorong kesadaran finansial yang lebih sehat.
“Kami tidak hanya berbicara soal penjualan polis. Kami ingin membentuk tenaga profesional yang mampu mengedukasi soal perencanaan masyarakat keuangan, pengelolaan risiko, dan pentingnya asuransi dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga,” ujar Edisjah, Director & Chief Agency Officer Sequis Life.
Dengan dukungan lebih dari 9.000 agen aktif secara nasional, Sequis mendorong pendekatan langsung ke masyarakat melalui edukasi dan kemudahan akses terhadap produk asuransi jiwa, kesehatan, hingga penyakit kritis.
Edisjah menyebutkan bahwa asuransi harus menjadi bagian dari strategi bertahan masyarakat terhadap tekanan ekonomi jangka panjang, bukan sekedar kebutuhan kelas menengah ke atas.
Sequis mencatat kinerja solid di tengah kondisi pasar yang tidak stabil. Per akhir 2024, perusahaan membukukan pendapatan premi bruto Rp2,99 triliun, aset Rp19,15 triliun, dan laba setelah pajak Rp449,47 miliar.
Pada kuartal I 2025, laba melonjak menjadi Rp4,20 triliun dengan RBC 736%, menandakan kestabilan keuangan yang memungkinkan ekspansi berkelanjutan.
Pembukaan kantor di Makassar juga menjadi cermin dari strategi mikro: mendekatkan distribusi layanan ke wilayah dengan potensi demografi yang besar namun tingkat literasi keuangan yang belum optimal.