Dandim 1409 Gowa Ungkap Benda Ledakan yang Hancurkan Jari Tangan Firman di Dekat Kawasan Militer

Komandan Kodim (Dandim) 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID -- Insiden ledakan terjadi di kawasan latihan militer milik Secata Rindam XIV/Hasanuddin pada Selasa (22/4/2025) sekitar pukul 12.00 WITA.

Dua warga itu bernama Firman (27), dan Sudirman, ayah dari Firman. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Komandan Kodim (Dandim) 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dua warga sedang membersihkan lahan kebun mereka yang berbatasan dengan kawasan latihan lempar granat militer.

Tanpa disadari, mereka melintasi batas wilayah yang sudah jelas terdapat papan peringatan larangan masuk.

“Korban diduga menemukan benda yang menyerupai detonator di area latihan. Kemungkinan saat dipegang atau terbentur dengan celuritnya, benda tersebut meledak. Tapi ledakannya kecil, seperti bunyi korek gas. Tidak seperti ledakan granat yang sesungguhnya,” terang Letkol Heri Kuswanto.

Ledakan tersebut menyebabkan tiga jari korban hancur. Sang ayah, Sudirman yang berada di dekat korban sempat mendengar ledakan itu yang ternyata itu adalah detonator.

Ia pun segera meminta bantuan Danramil setempat, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak Rindam untuk mengevakuasi korban ke Puskesmas dan selanjutnya dirujuk ke RS Plamonia Makassar milik TNI AD.

“Penanganan medis langsung kami tindak lanjuti. Malam harinya korban langsung dioperasi di RS Plamonia dan sekarang sudah dalam kondisi sadar. Biaya perawatan kami tanggung sepenuhnya, gratis,” ungkap Letkol Heri.

Menurutnya, jika benda itu benar-benar granat aktif, dampaknya tentu jauh lebih fatal.

“Kalau itu granat, pasti badannya hancur semua. Tapi ini hanya detonator, yang fungsinya memang sebagai pemicu ledakan pada badan granat,” tambahnya.

Letkol Heri Kuswanto juga kembali mengingatkan, agar masyarakat untuk tidak atau mendekati kawasan latihan militer, terlebih jika sudah ada papan peringatan yang jelas.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak memasuki wilayah yang sudah tertulis sebagai area latihan lempar granat atau menembak. Itu daerah terlarang, dan kita tidak pernah tahu benda berbahaya apa yang bisa saja masih ada di dalamnya,” tegasnya.

Pihak TNI menyatakan, akan terus meningkatkan pengawasan dan sosialisasi terkait batas-batas kawasan latihan militer guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sementara itu, diceritakan Sudirman, bahwa ledakan tersebut terdengar seperti petasan.

Ia menjelaskan, mereka tidak mengetahui adanya benda berbahaya di dekat kebun mereka yang berbatasan langsung dengan area latihan militer.

"Selama ini kami sering beraktivitas di sekitar wilayah itu tanpa mengetahui bahaya yang tersembunyi," kata Sudirman.

Meski Firman telah menjalani operasi yang biayanya ditanggung sepenuhnya oleh TNI Angkatan Darat, hingga Senin, (28/4/2025), korban masih diliputi rasa cemas dan trauma mengingat kembali momen ledakan yang merenggut jarinya.

Ia merasa takut dan enggan kembali berkebun di daerah yang selama ini dianggap aman. (*)

img_title Haru Menyelimuti Serah Terima Jasad Florencia di Biddokkes Polda Sulsel, Felix: Kami Terima Kasih ke Semua Unsur