Alasan Ikuti Gaya hidup Anak muda, 9 Pengedar dan Pengguna Narkotika Ditangkap Satresnarkoba Polres Takalar
- Sulawesiviva.com
SULAWESI.VIVA.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Takalar berhasil membekuk sembilan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dalam Operasi Antik Lipu 2025.
Yang mengejutkan, sebagian besar pelaku mengaku menggunakan sabu untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mengikuti gaya hidup “gaul” di kalangan anak muda.
"Dari pengakuan sejumlah pelaku, mereka mengkonsumsi barang haram tersebut untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mengikuti gaya hidup anak muda,"Ujar Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahman dalam Konferensi pers nya. Senin (30/6/2025)
Didampingi Kasat Narkoba Polres Takalar, AKP Andi Aldyansyah, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman juga menyampaikan, jika Operasi ini berlangsung sejak 10 hingga 29 Juni 2025 dan menyasar sejumlah titik rawan peredaran narkoba di wilayah Takalar, Sulawesi Selatan.
Dalam operasi antik lipu 2025 ini, Satres Narkoba Polres Takalar berhasil mengamankan 9 pelaku, tiga di antaranya telah masuk dalam daftar Target Operasi (TO).
“Hasil Operasi Antik Lipu 2025, kami mengamankan tiga pelaku yang masuk dalam TO, dan enam lainnya yang tertangkap di luar target. Mereka diamankan di lokasi berbeda,” ujar Supriadi.
Lanjutnya, kata Kapolres Tiga pelaku yang termasuk TO yakni EA (26), SY (24), dan RM (38).
"Sementara enam pelaku lainnya yang turut diamankan adalah FB (32), AR (27), RR (17), SI (17), MR (21), dan AS (18),"Sebutnya.
Dari pengungkapan kasus ini, Satresnarkoba berhasil menyita barang bukti sabu seberat total 8,42 gram. Rinciannya, 5,73 gram disita dari pelaku TO, dan 2,69 gram dari pelaku non-TO.
Selain sebagai pengguna, beberapa pelaku diketahui juga berperan sebagai pengedar dan perantara.
"Mereka mendapatkan pasokan sabu dari luar wilayah Takalar. Seperti dari kota Makassar dan sekitarnya."Ujar Kapolres Takalar.
Yang mencengangkan, para pelaku, khususnya dari kalangan remaja dan dewasa muda, mengaku memakai sabu bukan hanya untuk kesenangan sesaat, melainkan karena alasan sosial.
“Sebagian besar mengaku menggunakan narkoba karena ingin tampil lebih percaya diri dan merasa lebih keren. Ini jadi tren di kalangan anak muda, bahkan dianggap bagian dari gaya hidup,” ungkap Kapolres.
Tak hanya itu, beberapa pelaku juga menyebut narkoba sebagai peluang untuk mendapat penghasilan, baik dengan menjadi kurir maupun pengedar skala kecil.