Polisi Tangkap 23 Anggota Geng Motor Pelajar di Makassar, Belasan Sajam Diamankan

Polisi Makassar perlihatkan barang bukti sajam
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID-- Aksi brutal geng motor kembali memicu keresahan di Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi menangkap 23 anggota geng motor yang sebagian besar masih berstatus pelajar, usai penyerangan brutal di tiga lokasi berbeda, Sabtu malam, (19/7).

img_title Video Beredar, Polisi Amankan Pria Diduga Eksibisionis di Makassar

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menjelaskan para pelaku tergabung dalam empat kelompok geng motor yang awalnya sepakat tawuran di jalan. 

“Namun sebelum bertemu lawannya, mereka justru menyerang warga yang kebetulan berada di pinggir jalan,” kata Arya dalam konferensi pers, Senin, (21/7).

img_title Dua Anggota Geng Motor M1M Ditangkap Usai Keroyok Pengendara dengan Parang

Aksi penyerangan ini menyebabkan lima warga luka serius, sebagian besar di bagian kepala akibat sabetan parang, celurit, dan panah busur. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan intensif.

Dari 23 pelaku yang diamankan, 10 orang ditetapkan sebagai pelaku utama. Enam di antaranya membawa senjata tajam saat kejadian. 

img_title Geng Motor Bersenjata Serang Warga di Makassar, Korban Alami Luka Tebas

“Mayoritas pelaku masih berusia 15 hingga 17 tahun. Satu pelaku baru berusia 18 tahun dan langsung diproses sebagai pelaku dewasa,” ujar Arya.

Polisi menyita belasan senjata tajam, balok, dan busur panah lengkap dengan ketapel. Selain terlibat dalam penyerangan ini, para pelaku juga tercatat dalam lima laporan kriminal sebelumnya. Penangkapan dilakukan tim Jatanras setelah patroli siber mendeteksi jejak digital pelaku yang sempat kabur.

“Kami kenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara dan Undang-Undang Darurat bagi yang membawa senjata tajam dengan ancaman hingga 12 tahun,” kata Arya.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan Dinas Pendidikan agar pelaku yang masih berstatus pelajar diberi sanksi tegas, termasuk dikeluarkan dari sekolah. Polisi juga berencana memetakan kembali titik rawan untuk mencegah aksi serupa terulang.