UPDATE Tim SAR Gabungan Cari Pesawat ATR 42-500 Lewat Udara dan Darat Setelah Dinyatakan Hilang Kontak

Tim SAR Gabungan dari Dalam Kabin Heli Cari ATR 42-500 di Sulsel
Sumber :
  • Humas Basarnas Sulsel

SULAWESI.VIVA.CO.ID — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar bersama TNI Angkatan Udara, melakukan pemantauan dari udara untuk mencari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.

img_title Pekerja Pemecah Batu di Pangkep Tewas Tertimpa Bongkahan Batu Saat Bekerja

Pesawat ATR 42-500 itu sebelumnya telah dilaporkan hilang kontak saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Dalam operasi pencarian ini, TNI Angkatan Udara mengerahkan helikopter H225M Caracal yang lepas landas dari Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar.

img_title Hari Kesembilan Pencarian, Basarnas Temukan Jenazah dan Revisi Data Penumpang KM Nurul Salsa

Helikopter tersebut menyisir wilayah pegunungan Kabupaten Maros, termasuk kawasan karst Bantimurung hingga Desa Leang-Leang, yang diduga menjadi lokasi hilangnya kontak pesawat.

Pemantauan udara dilakukan dengan terbang rendah dan berulang kali mengelilingi titik koordinat terakhir pesawat. Langkah ini dilakukan untuk mengamati kondisi permukaan tanah serta vegetasi di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

img_title DVI Polda Sulsel Identifikasi Dua Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa

Tim SAR Gabungan dari Dalam Kabin Heli Cari ATR 42-500 di Sulsel

Photo :
  • Humas Basarnas Sulsel

Selain pencarian dari udara, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran melalui jalur darat.

Basarnas Makassar mengerahkan puluhan personel yang dilengkapi dengan peralatan SAR, termasuk drone, guna mempersempit area pencarian berdasarkan koordinat terakhir serta informasi dari masyarakat setempat.

Basarnas Makassar menyebutkan, cuaca dan kabut sempat menghambat pemantauan udara. Namun, setelah kondisi membaik, pencarian kembali dilanjutkan dengan mengerahkan helikopter dan drone ke sejumlah titik yang dinilai mencurigakan.

Saat ini, posko SAR telah didirikan di kawasan Bantimurung sebagai pusat koordinasi pencarian. Seluruh unsur yang terlibat, baik dari Basarnas, TNI, maupun Polri, terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian pesawat yang membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menerima informasi hilangnya kontak pesawat dari AirNav Indonesia sekitar pukul 13.12 WITA.

“Setelah menerima laporan loss contact, tim SAR gabungan langsung kami berangkatkan untuk melakukan asesmen dan pencarian di sekitar titik koordinat terakhir di wilayah Maros,” ujar Andi Sultan.

Rute pesawat menuju Leang-Leang Maros terakhir terdeteksi

Photo :
  • sulawesi.viva.co.id

Ia menambahkan, Basarnas menurunkan sekitar 36 personel dan mendapat dukungan penuh dari TNI AU, TNI AD, serta Polri. Pencarian juga melibatkan drone dan pengumpulan informasi dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Halaman Selanjutnya
img_title