Daftar Nama Penumpang dan Kru Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros-Pangkep
- HO / Humas Basarnas
SULAWESI.VIVA.CO.ID — Hingga kini, pukul 21.58 Wita, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), masih juga belum ditemukan oleh tim SAR Gabungan setelah dinyatakan hilang kontak.
Terbaru, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar bersama TNI Angkatan Udara terus mengintensifkan pencarian pesawat tersebut.
Pesawat ini dilaporkan hilang kontak saat penerbangan dengan rute Yogyakarta–Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Dalam operasi pencarian dari udara, TNI Angkatan Udara mengerahkan helikopter H225M Caracal yang lepas landas dari Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Makassar.
Helikopter tersebut menyisir wilayah pegunungan Kabupaten Maros, termasuk kawasan karst Bantimurung hingga Desa Leang-Leang, yang diduga menjadi lokasi hilangnya kontak pesawat.
Sementara itu, data manifest pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros terungkap.
Setidaknya terdapat 11 orang di dalam pesawat, terdiri atas delapan kru penerbangan dan tiga penumpang.
Daftar Nama-nama dalam Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak
- HO / INDONESIA AIR TRANSPORT
Delapan kru penerbangan tersebut yakni; Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni; Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita sebagai awak kabin, dan Esther Aprilita S. yang juga bertugas sebagai awak kabin.
Sementara tiga penumpang yang tercatat dalam manifest bernama; Deden, Ferry, dan Yoga.
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menerima informasi awal dari AirNav Indonesia terkait hilangnya kontak pesawat sekitar pukul 13.00 hingga 13.12 WITA.
“Kami menerima informasi dari AirNav bahwa telah terjadi lost contact pesawat ATR milik Indonesia Air Transport. Perkiraan lokasi berada di wilayah Maros hingga Pangkep, tepatnya di kawasan Leang-Leang,” ujar Andi Sultan di posko pencarian.
Ia menambahkan, sedikitnya 50 personel tim SAR gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian ini. Personel berasal dari Basarnas, TNI AU, TNI AD, Polri, serta mendapat dukungan dari masyarakat setempat.
“Medan pencarian cukup berat karena berada di kawasan pegunungan. Beberapa titik harus ditempuh dengan berjalan kaki selama dua hingga tiga jam. Namun hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses pencarian,” jelasnya.