Hari Kelima SAR ATR 42, Temuan Korban Muncul di Ketinggian 1.150 Meter Bulusaraung
- Sulawesi.viva.co.id
Sulawesi –Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali mencatat perkembangan pada hari kelima, Rabu, (21/1). Tim SAR gabungan menemukan satu korban tambahan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Basarnas mendata temuan korban di pos
- Sulawesi.viva.co.id
Penemuan tersebut dikonfirmasi Kepala Basarnas Republik Indonesia, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Kantor SAR Makassar. Korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA di ketinggian kurang lebih 1.150 meter dari permukaan laut, tidak jauh dari lokasi penemuan korban kedua.
Tim DVI Polri identifikasi barang bukti korban
- Sulawesi.viva.co.id
Syafii mengatakan korban yang ditemukan kali ini tidak dalam kondisi utuh dan diduga berupa bagian tubuh, sehingga identitas dan jenis kelaminnya belum dapat dipastikan. Medan pencarian di lokasi tersebut didominasi tebing curam dan jurang, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Ka Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii
- Sulawesi.viva.co.id
“Informasi awal yang kami terima lebih condong berupa body part atau potongan tubuh. Saat ini masih dalam proses evakuasi,” ujar Syafii.
Bagian tubuh korban segera dievakuasi menuju pos SAR terdekat di titik penjemputan helikopter SAS di Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Selanjutnya, temuan tersebut dibawa ke Makassar untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Selain korban, tim SAR juga menemukan sejumlah puing pesawat di lokasi pencarian, termasuk potongan badan pesawat dan bagian kabin. Seluruh temuan didata di pos SAR sebelum diangkut ke Makassar untuk keperluan identifikasi dan investigasi lebih lanjut.
Hingga hari kelima operasi, total tiga korban telah ditemukan. Dua korban sebelumnya berhasil dievakuasi, dengan satu korban telah diserahterimakan kepada keluarga setelah proses identifikasi, sementara satu korban lainnya, pada Rabu malam, (20/1) telah selesai dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Basarnas menyiagakan sejumlah pesawat dan helikopter untuk mendukung proses evakuasi korban maupun puing pesawat yang memungkinkan diangkut melalui jalur udara. Untuk mendukung kelancaran operasi, modifikasi cuaca juga terus dilakukan mengingat kondisi cuaca di kawasan Bulusaraung yang kerap berubah.
Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 dipastikan akan terus dilanjutkan. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi SAR dijadwalkan pada hari ketujuh, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat di medan ekstrem. (Nur Islamiah)