Sisir Hutan Alasa Selayar, Basarnas Cari Lansia yang Hilang Bernama Abdul Wahab

Basarnas Lanjutkan Pencarian Lansia Tersesat di Hutan Alasa Selayar
Sumber :
  • HO / Humas Basarnas Makassar

SULAWESI.VIVA.CO.ID, SELAYAR Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kembali melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan tersesat di kawasan hutan Kebun Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

img_title Basarnas Tutup Operasi SAR KM Nurul Salsa, 14 Penumpang Masih Hilang

Korban diketahui bernama Abd Wahab (70). Ia dilaporkan belum kembali sejak meninggalkan rumah pada Sabtu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 Wita. 

Saat itu, korban berjalan kaki menuju rumah keluarganya di Dusun Unjuruyya, Desa Tanete.

img_title Dua Korban KM Nurul Salsa Dimakamkan di Selayar, Basarnas Masih Tunggu Identifikasi Temuan Jenazah

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Abd. Wahab sempat terlihat oleh warga pada Minggu siang di sekitar area Kebun Alasa. 

Namun, laporan resmi baru diterima Basarnas Makassar pada Rabu, 28 Januari 2026.

img_title Hari Kesembilan Pencarian, Basarnas Temukan Jenazah dan Revisi Data Penumpang KM Nurul Salsa

Kepala Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa pada hari kedua operasi SAR, tim gabungan kembali diterjunkan dengan strategi penyisiran terarah.

“Hari ini kami melanjutkan operasi SAR dengan membagi tim menjadi dua SRU. Penyisiran dilakukan di sisi kiri dan kanan jalur setapak yang diduga dilalui korban, masing-masing sejauh lima kilometer, menggunakan teknik ESAR,” kata Arif, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Selayar, BPBD Kepulauan Selayar, Polsek Bontomatene, serta dukungan masyarakat setempat.

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Namun kami juga telah menyiapkan langkah evakuasi dan penanganan medis apabila korban membutuhkan perawatan, serta prosedur darurat jika terjadi kondisi emergency pada personel di lapangan,” ujarnya.

Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada tim SAR terdekat guna mempercepat proses pencarian.