Siap-siap Jembatan Barombong Makassar Akan Dibangun Menjadi Jembatan Kembar
- HO / Pemkot Makassar
SULAWESI.VIVA.CO.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyelesaian pembebasan lahan proyek Jembatan Kembar Barombong, rencananya ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Munafri menyampaikan, bahwa dirinya turun langsung ke lapangan untuk memantau proses pembebasan lahan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Kata Appi, nama akrab Munfari ini menekankan, pentingnya transparansi dan keadilan dalam setiap proses yang dilakukan.
“Kita siapkan solusinya. Saya turun langsung memantau pembebasan lahan Jembatan Kembar Barombong, yang kita targetkan rampung Juni 2026. Prosesnya kami pastikan transparan, terukur, dan berkeadilan, mulai dari verifikasi hingga penetapan ganti rugi, agar seluruh tahapan berjalan lancar dan tanpa kendala,” ujarnya. Rabu (8/4/2026).
Peta atau Denah Rencana Pembangunan Jembatan Kembar Barombong
- Tiktok / @munafri arifuddin
Lebih lanjut, Munafri menjelaskan, bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Barombong dan sekitarnya.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas warga dalam aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini kita siapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Barombong dan sekitarnya, sekaligus memperlancar mobilitas warga setiap hari,” tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan kelancaran proyek ini.
Suasana Sejumlah Kendaraan Lalulalang di Jembatan Barombong
- Tiktok / @munafri arifuddin
Dukungan lintas pemerintahan dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi pembangunan.
“Dengan dukungan pemerintah kota, provinsi, hingga pusat, InsyaAllah pembangunan fisik segera dimulai dan memberi dampak nyata bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutup Munafri.
Proyek Jembatan Kembar Barombong sendiri diharapkan menjadi infrastruktur kunci yang tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Makassar. (*)