Kronologi Remaja Ditusuk di Makassar, Berawal dari Nongkrong dan Gim Daring
- Sulawesi.viva.co.id
SULAWESI.VIVA.CO.ID--Seorang remaja berusia 15 tahun, Abel Surya Putra, tewas setelah ditikam di wilayah Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin sore, 6 April 2026. Peristiwa ini diduga dipicu keributan antara korban dan pelaku yang merasa terganggu aktivitas nongkrong di depan rumahnya.
Kejadian berlangsung di Jalan Baji Minasa Luar, Kelurahan Tamparang Keke. Berdasarkan rekaman warga, situasi di lokasi sempat memanas sebelum penikaman terjadi. Dalam video tersebut, terlihat keributan yang melibatkan korban bersama sejumlah rekannya dan keluarga pelaku.
Menurut keterangan polisi, insiden bermula saat korban bersama teman-temannya bermain gim daring di sekitar rumah pelaku. Aktivitas itu disebut kerap menimbulkan keributan sehingga pihak keluarga pelaku sempat menegur.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Wahiduddin, mengatakan teguran tersebut tidak diterima korban hingga memicu percekcokan.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin
- Sulawesi.viva.co.id
“Korban bersama teman-temannya sedang nongkrong di dekat rumah pelaku. Karena sering terjadi keributan, keluarga pelaku menegur agar mereka pindah,” kata Wahiduddin.
Tak lama setelah itu, pelaku datang dari arah belakang dan langsung menikam korban menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka di bagian perut.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong. Polisi menyebut korban masih berstatus pelajar.
Sehari setelah kejadian, Unit Jatanras Polrestabes Makassar menangkap pelaku yang diketahui bernama Irman Aziz, 45 tahun. Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Mamajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi guna melengkapi penyelidikan.
Ketua RW Tamparang Keke, Indonesia, menjelaskan, sebelum kejadian, korban dan tiga rekannya sempat diminta menjauh dari depan rumah pelaku. Mereka kemudian berpindah sekitar 50 meter dari lokasi awal. Namun konflik kembali terjadi di lokasi kedua.
Ketua RW Tamparang Keke, Indonesia,
- Sulawesi.viva.co.id
“Tidak lama setelah adu mulut, pelaku datang dari belakang dan menikam korban,” ujarnya.
Pasca kejadian, situasi lingkungan sempat memanas. Sejumlah teman korban yang masih emosi mendatangi rumah pelaku dan melakukan perusakan, usai prosesi pemakaman korban di Kabupaten Takalar.