Dikeroyok, Kekerasan Anak Terjadi Di Lingkup Sekolah
- Istimewa
Sulawesi.viva.co.id– Hati siapa yang tidak marah, sedih dan kecewa bercampur aduk, kala orang tua mengetahui anaknya dengan kondisi wajah dan tubuhnya luka memar, setiba dirumah.
Anak ini ternyata korban kekerasan, Jumat (5/6/2026). Dia dikeroyok tiga (3) orang teman sekolahnya dalam lingkup sekolah di Kota Makassar, karena tersinggung ketika ditegur seragam dan atribut pakaian sekolah para pelaku tak lengkap. Bahkan boleh jadi juga kedapatan merokok.
"Anak saya itu sedang bertugas sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melakukan inspeksi mendadak kepada pelajar sekolah yang seragam dan atribut pakaiannya tak lengkap dan bila merokok. Begitu kedapatan, malah dikeroyok. Dipukul, ditendang, dan didorong hingga tersungkur ke lantai. Padahal dalam lingkup sekolah kejadiannya." kata Ir, ibu korban saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
Sepulang ke rumah dari sekolah, korban terus meringis kesakitan terutama dibagian kepala, badan dan kakinya dihadapan ibunya. Tak mau berlama-lama, sang ibu membawa anaknya ke rumah sakit sekaligus melakukan visum. Bahan untuk laporan ke polisi.
"Ada tiga orang pelaku yang bakal saya laporkan ke polisi." kata ibu korban.
Dimana guru dan petugas sekolah saat itu? Berdasarkan keterangan anaknya, saat kejadian, guru dan petugas sekolah sedang berada di ruang guru. Namun usai kejadian, korban sudah diamankan di ruang guru. Senin besok (8/6/2027) dijadwal pemanggilan para orang tua pelaku, termasuk orang tua korban.
Atas kejadian kekerasan anak itu, Ibu Korban juga sudah melaporkan kepada petugas Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Kota Makassar.*