Oknum Polisi Polres Jeneponto Diduga Bentak dan Rampas HP Jurnalis saat Penangkapan Kurir Narkoba

Tim Gabungan Resmob Pegasus dan Sat Narkoba Polres Jeneponto Ringkus Kurir Narkoba
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID, JENEPONTO Dugaan tindakan intimidasi terhadap seorang jurnalis online lokal kembali terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kali ini, melibatkan oknum polisi Satuan Reserse Narkoba yang bertugas di Polres Jeneponto

img_title 5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Bertahan Empat Hari di Laut Selayar

Insiden itu terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 01.24 WITA, dini hari Jumat (12/6/2026). Saat itu, seorang wartawan media online, Usman S dari Cakrawalainfo.id, mengaku meliput penangkapan terduga pelaku peredaran narkotika jenis sabu.

Penangkapan berlangsung di Jalan Poros provinsi Jeneponto–Makassar, tepatnya di jembatan Belokallong, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

img_title Pemkab Gowa Akan Evaluasi Penerapan SPIP di Seluruh OPD Mulai Triwulan III 2026

"Saya dengar ada tembakan sehingga saya meliput saat penangkapan pelaku pengedar narkoba jenis sabu di jalan poros Jeneponto-Makassar," ungkap Usman.

Usman menjelaskan, saat dirinya sedang mengambil gambar dan merekam video di lokasi, tiba-tiba seorang oknum polisi mendatanginya dan langsung membentak.

img_title Polisi Amankan Terduga Pencuri Sepeda Motor di Rappocini

"Saat yang bersamaan tiba-tiba ada oknum polisi mendatangi saat saya sedang mengambil gambar serta video, saya langsung dibentak oleh oknum polisi," ucapnya.

Tidak hanya itu, Usman juga mengaku telepon genggam miliknya dirampas oleh oknum tersebut. Ia bahkan diminta untuk menghapus seluruh dokumentasi yang telah direkam sebelum akhirnya perangkatnya dikembalikan.

Peristiwa tersebut bermula ketika Usman sedang berada di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku mendengar beberapa kali suara tembakan peringatan yang kemudian mendorongnya untuk menuju lokasi.

"Saat itu saya sedang duduk di Cafe Diagonal bersama teman dekat dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP), lalu saya mendengar suara tembakan beberapa kali dari arah jembatan Belokallong dan saya langsung ke lokasi dengan maksud melakukan peliputan," jelasnya.

Saat tiba di lokasi, ia mengaku langsung mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat.

"Tiba-tiba seorang oknum anggota polisi membentak saya. Oknum tersebut mengatakan, ‘woi, kau siapa jangan video’. Lalu saya menjawab, ‘saya dari media pak’. Namun dia kembali berteriak, ‘yang bukan polisi jangan kesini, jangan mengambil gambar atau video’. Oknum polisi itu kemudian merampas HP saya," tuturnya.

Kendati demikian, Kasat Narkoba Polres Jeneponto, AKP Syahrir tak menampik hal itu, ia menyatakan klarifikasi terkait insiden yang tidak mengenakkan tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title