Balita Meninggal di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Rumah Sakit Bantah Ada Kelalaian

Petugas medis melayani pasien di ruang perawatan anak
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID – Gowa - Meninggalnya seorang balita berusia dua tahun di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan kesedihan sang ibu di samping jenazah anaknya viral di media sosial.

img_title Anggaran Dari Pusat Diperkecil, Wabup Gowa Waspadai Keuangan Daerah Merugi

Peristiwa tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan pelayanan rumah sakit. Sebagian lainnya membagikan pengalaman mereka saat mendapatkan layanan kesehatan di RSUD Syekh Yusuf Gowa.

Suasana ruang perawatan intensif anak di rumah sakit

Photo :
  • Sulawesi.viva.co.id

img_title Andi Muzzakir Aqil, Ketua Demokrat Makassar

Menanggapi ramainya perbincangan di ruang publik, manajemen RSUD Syekh Yusuf Gowa memberikan klarifikasi pada Senin, (15/6). Pihak rumah sakit menegaskan seluruh proses penanganan pasien telah dilakukan sesuai prosedur medis yang berlaku.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Gowa, Nur Wahyudi, mengatakan pasien bernama Athar tiba di Instalasi Gawat Darurat pada Jumat malam, 12 Juni 2026, dalam kondisi yang sudah sangat berat.

img_title Lomba Tiup Kertas Anak Jalanan Meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf Gowa

Photo :
  • Sulawesi.viva.co.id

“Menurut penilaian tim dokter dan perawat, kondisi pasien memang sudah sangat berat. Dia datang dengan riwayat demam selama empat hari, disertai sesak napas berat dan kondisi tubuh yang menguning,” kata Nur Wahyudi.

Menurut dia, sejak pertama kali tiba di rumah sakit, pasien langsung mendapatkan penanganan medis darurat. Tim dokter dan perawat memberikan bantuan pernapasan, terapi cairan infus, obat-obatan, serta melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi pasien secara menyeluruh.

Nur Wahyudi menyebut dokter spesialis anak turut dilibatkan sejak awal proses penanganan. Namun, setelah dilakukan evaluasi medis, pasien dinilai membutuhkan layanan yang lebih lengkap dan lebih intensif sehingga direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai.

Rumah sakit kemudian mengajukan rujukan ke tiga rumah sakit di Makassar, yakni RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Islam Faisal, dan RSUD Labuang Baji. Proses tersebut dilakukan melalui Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi atau Sisrute.

“Pada mekanisme yang berlaku saat ini, rumah sakit pengirim harus menunggu konfirmasi dari rumah sakit tujuan. Kami tidak bisa langsung mengirim pasien tanpa persetujuan dari rumah sakit penerima,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama menunggu respons dari rumah sakit tujuan, tim medis tetap melakukan upaya maksimal untuk menstabilkan kondisi pasien. Namun kondisi kesehatan balita tersebut terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia sebelum proses rujukan terlaksana.

Halaman Selanjutnya
img_title