Judi Sabung Ayam Dekat Masjid di Makassar Digerebek, Puluhan Orang Diamankan

Polisi mengamankan terduga pelaku sabung ayam ilegal
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID – Aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi arena judi sabung ayam di kawasan BTN Asal Mula, Kelurahan Tamalanrea Baru, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, jumat, (20/6).

img_title Anggaran Dari Pusat Diperkecil, Wabup Gowa Waspadai Keuangan Daerah Merugi

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian. Selain itu, puluhan ayam petarung yang diduga digunakan dalam pertandingan juga disita sebagai barang bukti.

Berdasarkan rekaman warga yang beredar, sejumlah personel kepolisian terlihat mendatangi lokasi dan melakukan penertiban terhadap para peserta yang berada di dalam area yang diduga menjadi arena sabung ayam tersebut.

img_title Andi Muzzakir Aqil, Ketua Demokrat Makassar

Penggerebekan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Unit Patmor Perintis Presisi Sabhara dan Unit Jatanras Polrestabes Makassar. Polisi kemudian membawa para terduga pelaku beserta barang bukti menggunakan dua truk menuju Mapolrestabes Makassar.

Proses evakuasi para terduga pelaku menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah warga tampak menyaksikan langsung jalannya penggerebekan yang berlangsung di lingkungan permukiman padat penduduk.

img_title Lomba Tiup Kertas Anak Jalanan Meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia

Lokasi yang digerebek berada tidak jauh dari fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan. Di sekitar area tersebut terdapat masjid dan rumah tahfidz yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat setempat.

Ketua RT setempat, Gusnadi, mengatakan aktivitas sabung ayam di lokasi itu telah berlangsung cukup lama dan kerap dikeluhkan warga. Menurut dia, para peserta yang datang bukan hanya berasal dari lingkungan sekitar.

Ketua RT setempat, Gusnadi

Photo :
  • Sulawesi.viva.co.id

"Yang bermain bukan warga sini saja, tetapi banyak yang datang dari luar wilayah, bahkan ada dari luar Kota Makassar," kata Gusnadi.

Ia menyebut aktivitas tersebut berlangsung secara terjadwal pada malam-malam tertentu. Arena pertandingan disebut berada di dalam sebuah rumah sehingga tidak mudah terlihat dari luar.

Menurut Gusnadi, warga telah beberapa kali melaporkan aktivitas tersebut kepada aparat keamanan. Namun, setelah dilakukan penindakan, kegiatan yang sama disebut kembali berlangsung.

"Kami sudah dua kali melapor. Memang pernah ada penggerebekan, tetapi setelah itu kegiatan seperti ini terulang lagi," ujarnya.

Gusnadi juga mengaku menerima ancaman melalui pesan WhatsApp setelah menyuarakan keluhan warga terkait aktivitas perjudian tersebut. Ia mengatakan ancaman itu membuat sebagian warga merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap keamanan lingkungan mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title