KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar, 47 Orang Selamat, 23 Penumpang Masih Dicari

Korban KM Nurul Salsa dievakuasi menuju ambulans di dermaga
Sumber :
  • istimewa

SULAWESI.VIVA.CO.ID - Selayar - Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa masih berlangsung di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis, (16/7). Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi kejadian setelah kapal yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar itu dilaporkan tenggelam di tengah perjalanan.

img_title Nelayan Selayar Dievakuasi Setelah Kapal Terbalik di Majene

Hingga Kamis siang, sebanyak 47 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka dievakuasi menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) Harapan Kita dan sejumlah kapal nelayan yang lebih dahulu berada di sekitar lokasi kejadian.

Setibanya di Pelabuhan Benteng Selayar, para korban dipindahkan dengan pengawalan petugas SAR gabungan. Sejumlah penumpang yang mengalami gangguan kesehatan langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

img_title Basarnas Tutup Operasi SAR KM Nurul Salsa, 14 Penumpang Masih Hilang

Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta unsur potensi SAR lainnya. Warga nelayan di sekitar lokasi juga ikut membantu proses penyelamatan sejak awal kapal dilaporkan mengalami keadaan darurat.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar.

img_title Dua Korban KM Nurul Salsa Dimakamkan di Selayar, Basarnas Masih Tunggu Identifikasi Temuan Jenazah

"KM Nurul Salsa mengalami mati mesin di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan," kata Arif.

Menurut Arif, dari 47 korban yang berhasil dievakuasi, terdiri atas tujuh anak buah kapal (ABK) dan 40 penumpang. Satu orang penumpang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"KLM Harapan Kita berhasil mengevakuasi korban sebanyak 47 orang, terdiri dari tujuh ABK dan 40 penumpang. Di antaranya satu penumpang meninggal dunia," ujarnya.

Basarnas juga menemukan adanya perbedaan antara jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest dengan jumlah penumpang sebenarnya. Temuan itu diperoleh setelah petugas melakukan pendataan ulang bersama keluarga korban dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Selayar.

"Awalnya dilaporkan kepada kami jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Setelah kami konfirmasi kepada pihak keluarga korban dan KUPP Selayar, ternyata jumlah korban ada 70 orang. Yang masuk dalam manifest sebanyak 63 orang, sedangkan tujuh orang lainnya tidak tercatat," kata Arif.

Halaman Selanjutnya
img_title