Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperluas, KRI Marlin dan Pesawat TNI AU Sisir Perairan Selayar

Tim SAR gabungan memantau perairan Selayar dari anjungan KRI
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID - Selayar- Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari ketiga pada Jumat. Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran dengan mengerahkan kapal, pesawat, dan nelayan setempat untuk mencari korban yang masih hilang.

img_title Anggaran Dari Pusat Diperkecil, Wabup Gowa Waspadai Keuangan Daerah Merugi

Sejak pagi, aktivitas pencarian terlihat berlangsung di tengah Laut Flores. Personel Basarnas bersama prajurit TNI Angkatan Laut berdiri di anjungan kapal dan sisi lambung sambil memantau permukaan laut menggunakan teropong. Gelombang yang relatif tenang dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan penyisiran.

Operasi pencarian dilakukan melalui dua jalur, yakni laut dan udara. Di laut, KN SAR Kamajaya 104 dan KRI Marlin-877 menyisir sektor yang telah ditentukan berdasarkan hasil evaluasi hari sebelumnya.

img_title Andi Muzzakir Aqil, Ketua Demokrat Makassar

Sementara itu, dari udara, TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat Boeing B-737 untuk memantau area yang lebih luas. Pengamatan dari udara diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban maupun benda yang berkaitan dengan kecelakaan kapal.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan pembagian sektor dilakukan agar proses pencarian berjalan lebih efektif. Setiap unsur memiliki wilayah operasi masing-masing sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penyisiran.

img_title Lomba Tiup Kertas Anak Jalanan Meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia

"Pada hari ketiga kami membagi dua sektor. Sektor satu area pencarian dilakukan oleh KRI Marlin-877 dan sektor dua oleh KN SAR Kamajaya 104," kata Muhammad Arif Anwar.

Selain mengerahkan kapal SAR dan kapal perang TNI AL, Basarnas juga tetap melibatkan nelayan di sekitar lokasi kejadian. Menurut Arif, pengalaman nelayan dalam mengenali karakter arus laut menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pencarian.

"Hari ini juga kami melakukan pencarian melalui udara menggunakan Boeing milik TNI Angkatan Udara. Kami juga masih menggunakan kapal-kapal nelayan untuk membantu dalam pencarian," ujarnya.

Di Dermaga Jampea, keluarga korban dan warga terus menunggu perkembangan operasi SAR. Sejumlah korban selamat yang sebelumnya berhasil dievakuasi telah mendapat penanganan medis, sementara proses pendataan identitas penumpang masih dilakukan petugas.

Basarnas menyatakan hingga hari ketiga operasi jumlah penumpang yang tercatat dalam manifes tetap sebanyak 74 orang. Dari jumlah tersebut, 49 orang berhasil dievakuasi, termasuk satu korban yang ditemukan meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title