ABK KM Nurul Salsa Ceritakan Tujuh Jam Bertahan Hidup di Laut, Empat Penumpang Meninggal di Depannya
- Sulawesi.viva.co.id
Sulawesi –SULAWESI.VIVA.CO.ID - Selayar - Marlin, anak buah kapal (ABK) KM Nurul Salsa, masih mengingat jelas detik-detik tenggelamnya kapal yang mengangkut puluhan penumpang di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Bersama penumpang lain, ia mengaku bertahan hidup selama sekitar tujuh jam di tengah laut sebelum akhirnya diselamatkan nelayan yang melintas.
Kesaksian Marlin menggambarkan dramatisnya upaya penyelamatan para korban. Dalam kondisi gelap, para penumpang hanya mengandalkan pelampung, gabus, dan benda-benda yang mengapung untuk bertahan dari derasnya arus laut.
Menurut Marlin, KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng pada Rabu pagi. Perjalanan berlangsung normal hingga sore hari ketika kapal mengalami musibah dan akhirnya tenggelam.
Saat kapal mulai karam, kepanikan tidak dapat dihindari. Penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan mengenakan jaket pelampung, sementara sebagian lainnya berpegangan pada potongan gabus maupun barang-barang yang masih mengapung.
Marlin mengatakan tidak ada bantuan yang datang sesaat setelah kapal tenggelam. Ia bersama puluhan penumpang terus terapung mengikuti arus laut sambil menunggu kapal yang melintas.
Marlin, anak buah kapal (ABK) KM Nurul Salsa
- Sulawesi.viva.co.id
"Yang penting kami selamat semua. Berapa jam kami terapung tidak ada pertolongan. Mulai jam 10 pagi berangkat itu kapal, jam 4 sorenya kapal itu tenggelam dan tidak ada pertolongan. Kami hanyut dari jam 4 sore sampai jam 11 malam baru ditolong nelayan," kata Marlin.
Pertolongan baru tiba sekitar pukul 23.00 WITA. Sejumlah nelayan yang melintas di sekitar lokasi langsung mengevakuasi korban satu per satu ke atas kapal mereka sebelum membawa seluruh korban selamat menuju dermaga.
Setibanya di darat, para korban langsung mendapat penanganan medis. Sebagian dievakuasi ke rumah sakit, sementara keluarga yang sejak sore menunggu di pelabuhan menyambut kedatangan mereka dengan haru.
Di balik keselamatannya, Marlin mengaku menyaksikan sejumlah penumpang tidak mampu bertahan hidup. Ia mengatakan sedikitnya empat orang meninggal dunia saat masih berada di tengah laut.
"Kemarin malam ada empat orang meninggal. Satunya berhasil ditolong dan tiganya tidak bisa ditolong dan hanyut," ujarnya.