Polisi Ungkap Pencurian Kabel Tembaga di Perusahaan Semen, Tiga Sekuriti Ditangkap

Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pencurian kabel tembaga
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID - Pangkep - Unit Reserse Kriminal Polsek Bungoro mengungkap dugaan pencurian kabel tembaga di kawasan pelabuhan milik sebuah perusahaan semen di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam perkara ini, polisi menetapkan tiga petugas keamanan internal perusahaan sebagai tersangka setelah diduga terlibat dalam aksi pencurian yang berlangsung berulang kali.

img_title Anggaran Dari Pusat Diperkecil, Wabup Gowa Waspadai Keuangan Daerah Merugi

Ketiga tersangka berinisial MT, SR, dan SM diamankan setelah penyidik melakukan penyelidikan sejak laporan kehilangan diterima pada 7 Juli. Polisi menduga para pelaku memanfaatkan akses dan pengetahuan mereka terhadap lokasi penyimpanan material perusahaan.

Kapolsek Bungoro, Komisaris Polisi Ridwan Saenong, mengatakan penyelidikan diawali dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pengamatan langsung di lokasi pada malam hari. Menurut dia, kondisi area penyimpanan yang memiliki sistem pengamanan ketat membuat penyidik menduga pelaku berasal dari lingkungan internal perusahaan.

img_title Andi Muzzakir Aqil, Ketua Demokrat Makassar

"Dari hasil pengamatan di tempat kejadian perkara, kami menyimpulkan bahwa kejadian ini tidak terlepas dari keterlibatan orang dalam karena lokasi penyimpanan cukup aman dan sulit diakses dari luar," kata Ridwan saat gelar perkara, Sabtu, (18/7).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak keamanan internal perusahaan. Hasil penyelidikan mengarah kepada tiga petugas keamanan yang bertugas di kawasan pelabuhan perusahaan.

img_title Lomba Tiup Kertas Anak Jalanan Meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia

Berdasarkan pemeriksaan, para tersangka diduga menjalankan aksinya saat bertugas pada shift malam sekitar pukul 03.00 Wita. Mereka bergantian mengawasi situasi sebelum memotong kabel tembaga menggunakan gergaji besi.

Potongan kabel kemudian dibawa keluar area perusahaan dan disimpan di sebuah rumah kosong. Di lokasi itu, kabel dikupas untuk diambil tembaganya sebelum dijual kepada pengepul besi tua di Kabupaten Pangkep.

Ridwan mengatakan aksi tersebut diduga dilakukan sebanyak 16 kali. Akibatnya, satu gulungan besar kabel tembaga milik perusahaan dilaporkan hilang dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

"Seluruh tembaga hasil pencurian telah dijual dengan nilai sekitar Rp90 juta. Uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk bermain judi bola secara daring," ujarnya.

Dalam gelar perkara, polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon genggam dan dua unit sepeda motor yang diduga digunakan para tersangka selama menjalankan aksinya. Sementara kabel tembaga hasil pencurian tidak dapat diamankan karena seluruhnya telah dijual.

Halaman Selanjutnya
img_title