Hari Kedelapan Pencarian KM Nurul Salsa, SAR Perluas Penyisiran hingga Perairan NTB

Petugas Basarnas menyisir perairan Selayar mencari korban KM Nurul Salsa
Sumber :
  • istimewa

SULAWESI.VIVA.CO.ID - Selayar - Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari kedelapan, Rabu (23/7). Tim SAR gabungan kembali melanjutkan penyisiran setelah masa operasi resmi diperpanjang selama tiga hari untuk mencari korban yang masih hilang.

img_title Krisis Energi Sulsel, Pakar UMI Minta Presiden Turun Tangan

Pencarian difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana. Kawasan tersebut dipilih berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta analisis pergerakan arus laut yang diperkirakan menjadi jalur hanyut para korban.

Operasi hari kedelapan dibagi ke dalam dua sektor pencarian. Search and Rescue Unit (SRU) pertama menggunakan KN SAR Pacitan bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir kawasan timur Kepulauan Sabalana, terutama pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Sementara itu, SRU kedua menggunakan KLM Mattoangin untuk melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana.

img_title Buruh Demo Pertamina Makassar, Tuntut Data Kelangkaan BBM dan LPG

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan operasi pencarian tetap dilanjutkan karena masih ada korban yang belum ditemukan.

Direktur Operasi Basarnas

Photo :
  • istimewa

img_title Antrean BBM di Makassar Mengular hingga 3 Kilometer, Warga Terlibat Kericuhan

"Dari total 78 orang penumpang, sebanyak 59 orang ditemukan selamat, tiga orang meninggal dunia, dan 16 orang masih dalam pencarian. Karena itu operasi SAR kami perpanjang selama tiga hari untuk memaksimalkan upaya pencarian," kata Yudhi Bramantyo.

Meski demikian, Basarnas menyatakan identitas salah satu jenazah yang ditemukan sebelumnya masih menunggu hasil identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.

Koordinator Misi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan satu jenazah belum dapat dipastikan sebagai penumpang KM Nurul Salsa.

Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan

Photo :
  • Basarnas Sulsel

"Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa. Kami masih menunggu informasi dari tim DVI," ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung. Gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana membuat pergerakan personel maupun armada SAR harus dilakukan dengan kehati-hatian.

"Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kondisi gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Meski demikian, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title