Hari Kesembilan Pencarian, Basarnas Temukan Jenazah dan Revisi Data Penumpang KM Nurul Salsa
- istimewa
SULAWESI.VIVA.CO.ID -- Pangkep--Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Jenazah ditemukan mengapung di sekitar Pulau Mataalang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada hari kesembilan operasi pencarian.
Penemuan jenazah bermula dari laporan warga yang melihat sesosok tubuh mengapung di perairan sekitar pulau. Warga kemudian berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan untuk melakukan proses evakuasi.
Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah ke daratan. Setelah itu, jasad dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum dibawa menuju pos SAR untuk penanganan lebih lanjut.
Selanjutnya, jenazah akan diangkut menggunakan KN SAR Pacitan menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Setibanya di Makassar, jenazah akan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan guna menjalani proses identifikasi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan korban ditemukan di sisi timur laut Pulau Mataalang. Lokasi penemuan berada sekitar 100 meter dari bibir pantai.
"Pada operasi SAR hari kesembilan kecelakaan KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, tim SAR gabungan menemukan satu korban diduga meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki. Korban ditemukan di sebelah timur laut Pulau Mataalang sekitar 100 meter dari bibir pantai," kata Andi Sultan.
Ia menjelaskan, setelah dievakuasi ke pulau, jenazah selanjutnya dibawa menggunakan KN SAR Pacitan menuju Makassar. Proses identifikasi akan dilakukan oleh Tim DVI Polda Sulawesi Selatan untuk memastikan identitas korban.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban lain masih terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian di wilayah Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan Nusa Tenggara Barat.
Basarnas juga memperbarui data manifes penumpang KM Nurul Salsa. Jumlah penumpang yang sebelumnya dilaporkan sebanyak 78 orang kini direvisi menjadi 76 orang setelah ditemukan satu nama tercatat ganda dan satu orang dipastikan tidak ikut dalam pelayaran.
Dengan pembaruan data tersebut, sebanyak 58 penumpang telah ditemukan selamat. Tiga orang dipastikan meninggal dunia, sementara satu potongan tubuh juga telah ditemukan selama proses pencarian.