Dua Korban KM Nurul Salsa Dimakamkan di Selayar, Basarnas Masih Tunggu Identifikasi Temuan Jenazah
- istimewa
SULAWESI.VIVA.CO.ID -- Selayar -- Suasana duka menyelimuti Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Jumat, (24/7). Dua korban meninggal dalam insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa akhirnya dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan oleh keluarga.
Kedua korban adalah Hasriati dan Bau Intang. Jenazah mereka tiba secara terpisah di rumah duka masing-masing dan disambut tangis keluarga serta warga yang telah menunggu sejak siang.
Peti jenazah diangkat menuju rumah duka oleh kerabat dan warga sekitar. Isak tangis pecah saat peti dibawa masuk ke dalam rumah. Sejumlah anggota keluarga tampak memeluk peti jenazah sebagai penghormatan terakhir kepada korban.
Suasana haru terus berlangsung selama prosesi persemayaman. Beberapa anggota keluarga tidak mampu menahan kesedihan hingga menangis histeris di samping peti jenazah yang telah diberi papan nama masing-masing korban.
Setelah disemayamkan, kedua jenazah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, namun suasana kembali dipenuhi tangis ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat.
Kerabat dan warga mengiringi pemakaman hingga proses penimbunan makam selesai. Kehilangan dua anggota keluarga dalam musibah tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Di tengah proses pemakaman, operasi pencarian korban KM Nurul Salsa masih terus menjadi perhatian. Hingga hari kesepuluh operasi SAR, jumlah korban yang berhasil ditemukan belum mengalami perubahan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan satu temuan korban yang ditemukan pada hari kesembilan operasi telah dievakuasi ke Makassar untuk menjalani proses identifikasi.
Kepala Kantor Basarnas, Andi Sultan
- Sulawesi.viva.co.id
"Perkembangan operasi SAR hari ke-10, korban yang ditemukan pada hari kesembilan saat ini sudah berada di DVI. Pukul 10.15 WITA korban tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta menggunakan KN Pacitan milik Basarnas Kendari dan langsung dibawa ke DVI untuk dilakukan pemeriksaan.
Selanjutnya, hasil identifikasi akan dirilis oleh DVI Polda Sulawesi Selatan," kata Andi Sultan.
Hingga saat ini, identitas temuan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan. Basarnas belum memberikan keterangan resmi mengenai kemungkinan kelanjutan operasi pencarian.