Beyond Journalism, IJTI Sulselbar Kolaborasi dengan Ditjenpas Publikasikan Pembinaan Lapas
- Sulawesi.viva.co.id
SULAWESI.VIVA.CO.ID -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan menjajaki kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan untuk memperluas publikasi program pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi di Lapas Kelas I Makassar, Senin, 27 Juli 2026.
Audiensi dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulsel Mulyadi, Kepala Lapas Kelas I Makassar Gumilar Budirahayu, Kepala Rumah Tahanan Kelas I Makassar Jayadi Kusumah, serta jajaran pengurus IJTI Sulsel.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi mengatakan masih banyak program pembinaan di lapas dan rutan yang belum diketahui masyarakat. Padahal, berbagai kegiatan pembinaan telah menghasilkan karya dan produk warga binaan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Kita memang harus mengekspos berita ini. Program-program positif di lapas perlu diketahui masyarakat agar publik melihat bahwa pembinaan benar-benar berjalan," kata Mulyadi.
Menurut dia, pemberitaan yang berimbang akan membantu masyarakat memahami fungsi pemasyarakatan secara utuh. Lapas, kata dia, tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan agar warga binaan siap menjalani proses reintegrasi sosial.
Mulyadi menyambut baik rencana kolaborasi dengan IJTI Sulsel. Bentuk kerja sama yang dibahas antara lain peliputan program pembinaan, podcast, workshop, hingga peningkatan kapasitas komunikasi publik bagi jajaran pemasyarakatan.
Ketua IJTI Pengda Sulsel Muhammad Sardi mengatakan audiensi tersebut menjadi langkah awal membangun kemitraan jangka panjang antara organisasi profesi jurnalis televisi dengan Ditjenpas Sulsel. Menurut dia, media memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan memberi nilai edukasi kepada masyarakat.
"Kami berharap Kanwil Ditjenpas Sulsel bisa berkolaborasi dengan IJTI Sulsel sebagai mitra. Program-program pembinaan yang positif harus dipublikasikan lebih luas agar masyarakat mengetahui bahwa warga binaan juga dipersiapkan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan keterampilan dan bekal yang memadai," ujar Sardi.
Pria yang akrab disapa Idho itu menjelaskan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari semangat Beyond Journalism yang diusung IJTI pada peringatan hari jadinya ke-28. Melalui semangat tersebut, jurnalisme tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial melalui kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan.