DPRD Pangkep Minta Aliran Listrik Bagi Warga Kepulauan Di Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM
- sulawesi.viva.co.id
Sulawesi.viva.co.id– Sebanyak 90 Pulau dalam wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Kab.Pangkep) yang berpenghuni, masih dalam kondisi gelap gulita jika malam hari tiba.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab.Pangkep membawa aspirasi warga bertemu jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan meminta aliran listrik bagi warga di Kepulauan seperti Pulau Liukang Tuppabiring, Pulau Liukang Tangaya, Pulau Liukang Kalmas, Pulau Balang Caddi, Pulau Barang Lompo, Pulau Bangkauluang dan Pulau Pajenekang.
Dalam pertemuan itu, wakil rakyat ini memohon kepada Pemerintah Pusat percepatan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal untuk menerangi warga kepulauan.
"Khusus di Pulau Liukang Kalmas, karena saya dari sana, pulau yang masuk tadi itu ada pulau Bangkauluang, itu paling sedikit penghuninya sekitar 50 rumah. Selebihnya rata-rata 200 rumah. Seluruh pulau berpenghuni itu, minim akses listriknya. Jadi, sangat memungkinkan bantuan program PLTS komunal ini karena sangat dibutuhkan." ujar Anggota DPRD Kab.Pangkep, Rahmat.
Selama ini, warga kepulauan hanya mengandalkan mesin genset berbahan BBM Solar dirumah masing-masing dan terbatas sesuai kemampuan ekonomi warga tersebut.
"Tidak heran, jika malam tiba, suasana di kepulauan gelap gulita tanpa akses listrik. Pernah di Tahun 2024 didata pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Maka yang paling ideal menyegerakan PLTS agar warga dikepulauan bisa mengakses penerangan untuk menggerakkan ekonomi mereka disektor penangkapan hasil laut, kesehatan dan pendidikan." ujar Anggota DPRD Kab.Pangkep lainnya, Budiamin.
Tantangan geografis kepulauan Pangkep memerlukan perhatian istimewa yang tidak bisa disamakan dengan wilayah daratan biasa. Anggota DPRD Kab.Pangkep berjanji mengawal terus pengadaan PLTS ini agar warga di kepulauan merasakan pelayanan kelistrikan dalam pemerataan pembangunan. (*)