Warga Di Pulau Terluar Sulsel Protes Polisi Tak Becus Tangani Narkoba
- sulawesi.viva.co.id
Sulawesi.viva.co.id– Sekira 20-orang warga di pulau terluar Sulawesi Selatan-Kepulauan Kalukalukuang Masalima disingkat Liukang Kalmas, yang berada di wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Kab.Pangkep), Rabu (5/8/2026) mendatangi kantor Kepolisian Sektor (Polsek) setempat.
Para warga ini protes, lantaran polisi tak becus menangani kasus dugaan penyalahgunaan Narkotika dan Obat (Narkoba) di wilayah kepulauan. Buktinya, satu orang diantara tujuh terduga pelaku narkoba jenis sabu yang diamankan polisi, berhasil kabur atau melarikan diri.
"Ada kelalaian anggota polisi yang berjaga para terduga pelaku narkoba di kantor, hingga menyebabkan satu orang berinisial A-B berhasil kabur dan dalam pengejaran polisi tim satuan Narkoba. Sekarang dia berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO)." kata Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Kepolisian Resor (Polres) Pangkep, Inspektur Dua (Ipda) Akib.
Ada tujuh orang terduga pelaku narkoba diamankan polisi sehari sebelumnya. Diantaranya berinisial D-H, I, H, A, A-A, F-H dan A-B. Ketujuhnya berpesta sabu di pulau terluar Sulsel ini.
"Semua terduga pelaku terdata berjenis kelamin laki-laki. Dan 6 orang sudah kami bawa menggunakan perahu dari Polsek Liukang Kalmas yang berada di kepulauan itu ke Polres Pangkep di daratan Kota Pangkajene." kata Kasi Propam Polres Pangkep.
Kepulauan Liukang Kalmas berjarak 208 Kilometer dari daratan Kota Pangkajene, Kab.Pangkep. Hanya bisa ditempuh menggunakan perahu selama kurang lebih sehari atau 24 jam.
Alasan diatas menurut warga berpenduduk 13.420 jiwa ini, menyinyalir "Surga" bagi pengguna narkoba berpesta. Sebab jauh dari radar pantauan aparat penegak hukum.
"Menjawab protes warga, ada tiga orang polisi Polsek Liukang Kalmas termasuk Kepala Polsek, kami panggil dan periksa secara maraton atas kelalaian seorang terduga bisa kabur." kata Kasi Propam Polres Pangkep.(*)