Majukan Olahraga, Darmawangsyah Muin ke Pengurus KONI: Pembinaan Harus Berkelanjutan dan Kreatif
- Istimewa
SULAWESI.VIVA.CO.ID - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan Darmawangsyah Muin, semakin menunjukkan keseriusannya membangun konsolidasi organisasi olahraga di daerah. Dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak memimpin KONI Sulsel , Darmawangsyah telah melantik pengurus KONI di tiga kabupaten, yakni Maros, Jeneponto, dan terbaru Sidrap.
Langkah tersebut sekaligus menampilkan arah kepemimpinannya di KONI Sulsel yang tidak hanya fokus pada struktur organisasi, tetapi mulai diarahkan pada target yang lebih konkret, memperkuat pembinaan atlet , meningkatkan prestasi daerah, dan membuka jalan bagi atlet Sulsel untuk menembus kompetisi nasional hingga internasional.
“Alhamdulillah ini menjadi yang ketiga, setelah Pengurus KONI Maros dan Jeneponto kita sudah lantik. Kita berharap ini menjadi perhatian bagi semua pengurus KONI di daerah untuk terus melakukan pengembangan olahraga,” kata Darmawangsyah.
Bagi Darmawangsyah, konsolidasi organisasi menjadi penting karena prestasi olahraga Sulsel tidak bisa dibangun hanya dari tingkat provinsi. Kekuatan olahraga, menurutnya, justru bertumpu pada kemampuan setiap kabupaten dan kota melahirkan potensi atlet serta menjamin proses pelatihannya berjalan secara berkelanjutan.
Sidrap menjadi salah satu daerah yang diukur mulai menunjukkan hasil dari proses tersebut. Pada Pekan Olahraga, Seni, dan Pelajar (Porsenijar) awal Juli 2026, Sidrap berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus memutus dominasi Makassar.
Capaian itu mendapat perhatian khusus Darmawangsyah. Ia menilai prestasi tersebut menjadi indikator bahwa daerah dengan sumber daya yang tidak selalu sebesar kota-kota besar tetap mampu bersaing ketika pelatihan dilakukan secara serius.
Darmawangsyah juga memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif terhadap perkembangan olahraga. Namun, ia mengingatkan prestasi tidak boleh diukur dari seberapa besar anggaran yang tersedia. Justru menurutnya, komitmen pengurus, kualitas pembinaan dan keberanian melakukan terobosan menjadi faktor yang menentukan.
"Jelasnya, ini bukan dilihat dari banyaknya anggaran yang membuat kita berprestasi, tetapi kesungguhan kita," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu garis besar yang dibawa Darmawangsyah dalam konsolidasi KONI di daerah. Ia ingin organisasi olahraga tidak terlalu bergantung pada APBD, tetapi mulai membangun jejaring pendanaan dengan dunia usaha dan pihak swasta.