8 Pendaki Dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng karena Alami Asma hingga Hipotermia

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi pendaki yang troble usai pengibaran bendera di puncak Gunung Bawakaraeng
Sumber :
  • Istimewa
SULAWESI.VIVA.CO.ID -  Tim SAR gabungan mengevakuasi delapan orang pendaki yang mengalami berbagai kondisi kesehatan saat melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng. Kedelapan pendaki itu dievakuasi menuju Posko Registrasi Bulu Balea.
img_title 26 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi, 12 Masih Dalam Proses
 
Kedelapan pendaki tersebut beberapa orang yang akan mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Gunung Bawakaraeng. Namun, harus dievakuasi lantaran mengalami masalah saat pendakian. 
img_title Peringatan HUT Ke-81 RI di Gowa, Bupati: Mari Jadikan Hari Ini Momen Kebersamaan
 
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa kedelapan pendaki tersebut dievakuasi karena mengalami hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. 
img_title Basarnas Tutup Operasi SAR KM Nurul Salsa, 14 Penumpang Masih Hilang
 
"Setelah dievakuasi, beberapa pendaki mendapatkan penanganan dari tim medis dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan," katanya.
 
Arif mengimbau para pendaki agar tidak memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama kegiatan pendakian.
 
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” tegasnya.
 
Arif menambahkan dalam operasi Siaga Khusus kemerdekaan ini pihaknya menurunkan sebanyak 295 personel Amankan Pendakian HUT ke-81 RI di Gunung Bawakaraeng yang akan berlangsung 15–18 Agustus 2026. Ratusan personel tersebut melupakan gabungan dari unsur Basarnas Makassar, SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya. 
 
Arif juga menambahkan, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian untuk melakukan pemantauan, pelayanan, serta penanganan kondisi darurat jika para pendaki mengalami masalah. 
 
"Dalam pelaksanaan siaga khusus tersebut, personel disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso," jelasnya. 
 
Basarnas Makassar juga mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang aktif selama pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat tingginya jumlah pendaki dan karakteristik medan Gunung Bawakaraeng yang membutuhkan kesiapsiagaan.
Halaman Selanjutnya
img_title