Tiga Hari Usia Bayi Meninggal Dunia Diduga Kelalaian RSIA Paramount Makassar

Anggota DPRD Kota Makassar Komisi D sidak RSIA Paramount
Sumber :
  • sulawesi.viva.co.id

Sulawesi.viva.co.id– Tiga hari. Ya, tiga hari usia bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu, menatap dunia sebelum meninggal untuk selamanya.

img_title UMKM Merugi Kala Pemadaman Listrik Bergilir 2-5 Jam Di Kota Makassar

Tangis orang tua korban, Muhammad Ilhamsyah Taufan sang ayah dan Nura Adiva Paradiba sang ibu, menggema diperkuburan Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Mereka tak menyangka, bayi terlahir 11 Agustus 2026 lalu, tiga hari kemudian pergi menghadap sang khalik.

 

img_title Api Padam, Kehidupan Kawasan Tallasa City Berjalan Sedia Kala

"Halo nak, apa kabar? baik-baik jiki disana? Papi sama mami rindu sekali ki nak. Semenjak pergi ki, tidak saya sangka begitu cepat ki pergi." tulis Muhammad Ilhamsyah Taufan Pawe melalui unggahan instagramnya, 16 Agustus 2026.

 

img_title Pangkep Bersiap Memilih Kepala Desa. Masa Jabatan Berubah, Dari 6 Tahun Menjadi 8 Tahun

Anak pertama yang dinanti dengan penuh harapan itu meninggal dunia, setelah menjalani perawatan medis Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount Makassar. Keluarga menduga, kepergian sang bayi berkaitan dengan kelalaian dalam penanganan medis.

 

Belum sempat menyeka air mata yang mulai mengering, kesedihan keluarga bayi berubah perlahan mencari jalan keadilan atas kematian korban. Mereka mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar untuk menyampaikan dugaan kelalaian medis yang diyakini terjadi di RSIA Paramount, Jalan Andi Pettarani Makassar.

 

Dihadapan wakil rakyat, keluarga mengungkapkan saat memandikan jenazah korban sebelum dikafani, ditemukan bercak darah yang menempel pada popok bayi.

 

"Jadi, tanggal 13 Agustus 2026, orang tua bayi melaporkan ada bercak darah dan juga sudah disampaikan ke tim medis rumah sakit. Tapi tidak direspon baik." jelas salah satu anggota DPRD Kota Makassar Komisi D, Adi Akbar, saat dikonfirmasi jurnalis Viva Sulawesi, Sabtu (22/8/2026).

 

Bercak darah itu menjadi bagian dari duka yang tak dijelaskan tim medis RSIA Paramount. Bagi keluarga korban, hal itu menyisakan pertanyaan mendalam.  

 

Merespon pengaduan tersebut, Komisi D DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSIA Paramount. Langkah itu dilakukan untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban pihak rumah sakit atas dugaan kelalaian dalam penanganan bayi tersebut.

 

Namun hingga kini, pihak tim medis rumah sakit belum memberikan keterangan yang dapat dikonfirmasi.(*)