Tawuran Dua Kelompok Warga di Makassar, Polisi Temukan Anak Panah

Warga memadati lokasi tawuran saat polisi meredam kericuhan
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID--Dua Kelompok Warga Tawuran di Makassar, Polisi Temukan Anak Panah

img_title Panic Buying atau Panic Supplying? Membaca Antrean BBM di Sulawesi Selatan

Dua kelompok warga terlibat tawuran di sekitar Jalan Abubakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bentrokan melibatkan warga dari kawasan Jalan ABLAM dan Lorong Jor-Joran yang berada di wilayah berdekatan.

Polisi yang datang ke lokasi segera membubarkan massa. Warga yang sebelumnya terlibat saling serang menggunakan batu dan busur panah berhamburan meninggalkan lokasi ketika petugas tiba.

img_title Antrean BBM Gowa Capai 1 Kilometer, Pasokan Disebut Tak Sesuai Pesanan

Kanit Reskrim Polsek Makassar, Iptu Syuryadi Syamal, mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan tersebut. Menurut dia, kedua kelompok berasal dari dua lorong yang saling bertetangga.

"Sementara pemicunya masih dalam penyelidikan untuk mencari tahu penyebab tawuran," kata Syuryadi.

img_title Krisis Energi Sulsel, Pakar UMI Minta Presiden Turun Tangan

Situasi sempat kembali memanas setelah sejumlah ibu-ibu mendatangi lokasi. Mereka diduga memprovokasi warga agar kembali terlibat bentrokan setelah polisi membubarkan massa.

Petugas kemudian meminta warga meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Polisi juga memperketat penjagaan untuk mencegah terjadinya tawuran susulan.

Syuryadi mengatakan anggota Polsek Makassar telah mengamankan lokasi setelah menerima informasi mengenai perang kelompok tersebut. "Pada saat anggota sudah tiba di TKP, para pelaku tawuran langsung kabur," ujarnya.

Dalam penyisiran di sekitar lokasi, polisi menemukan sejumlah anak panah yang diduga berkaitan dengan aksi tawuran. Anak panah tersebut ditemukan dalam beberapa bentuk di sepanjang area yang menjadi lokasi bentrokan.

Meski kedua kelompok sempat saling serang, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.

Polisi juga mendalami dugaan provokasi yang terjadi ketika petugas berupaya membubarkan kerumunan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah konflik kembali pecah di antara kedua kelompok warga.

Selanjutnya, kedua kelompok warga akan diarahkan ke Polsek Makassar untuk menjalani mediasi. Polisi berharap proses tersebut dapat meredakan ketegangan dan mencegah bentrokan kembali terjadi di antara warga dari kedua kawasan.