Kebakaran Usaha Kayu di Makassar, 12 Damkar Dikerahkan
- Sulawesi.viva.co.id
SULAWESI.VIVA.CO.ID--Kebakaran melanda sebuah usaha penjualan dan pengolahan kayu di Jalan Praja, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, (25/8). Api juga membakar rumah milik pengusaha yang berada di dalam area usaha tersebut.
Kobaran api terlihat membesar dari kawasan usaha yang dipenuhi material kayu. Tumpukan kayu dan serbuk hasil pengolahan membuat api cepat menjalar, terlebih angin bertiup cukup kencang saat kebakaran berlangsung.
Warga di sekitar lokasi sempat panik melihat kobaran api yang membesar. Mereka menjauh dari area kebakaran ketika petugas pemadam kebakaran mulai berdatangan untuk mengendalikan api.
Kepala Seksi Pemadaman Kota Makassar, Andi Akbar Iksan, mengatakan objek yang terbakar merupakan tempat penjualan kayu sekaligus lokasi pengolahan menggunakan mesin somel. Selain material kayu, api membakar bangunan yang berada di area usaha tersebut.
"Objek yang terbakar ini adalah penjual kayu dan mesin somel. Jadi kayu yang terbakar dan ada dua rumah pemilik somel yang terbakar," kata Andi.
Menurut Andi, petugas mengerahkan 12 unit armada pemadam kebakaran untuk menangani kobaran api. Armada tersebut berasal dari beberapa posko, yakni empat unit dari Posko Damkar Manggala, empat unit dari Posko Damkar Timur, serta empat unit dari Markas Komando Ratulangi.
Petugas langsung menyemprotkan air ke sejumlah titik api. Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, pemadaman dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala di antara tumpukan material kayu.
Angin menjadi salah satu kendala petugas selama proses pemadaman. Tiupan yang cukup kencang membuat api lebih mudah menyebar dan memperbesar kobaran di area yang dipenuhi bahan mudah terbakar.
"Kendalanya tadi angin yang sempat kencang. Itu yang menjadi penghambat kami dalam pemadaman dan mengakibatkan apinya semakin cepat menyebar," ujar Andi.
Meski api membesar, akses menuju lokasi tidak menjadi persoalan bagi petugas. Menurut Andi, objek yang terbakar berada di bahu jalan kompleks sehingga armada dapat mendekati lokasi dan melakukan pemadaman.
Area usaha tersebut juga dikelilingi tembok yang cukup tinggi. Kondisi itu membantu membatasi penjalaran api sehingga tidak meluas ke permukiman warga di sekitar lokasi.