Buruh Demo Pertamina Makassar, Tuntut Data Kelangkaan BBM dan LPG

Massa buruh mendesak Pertamina menjelaskan persoalan BBM Makassa
Sumber :
  • Sulawesi.viva.co.id

SULAWESI.VIVA.CO.ID -- Puluhan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar. Mereka meminta penjelasan mengenai persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG yang terjadi di Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

img_title Pesan 16 Bungkus Nasi Kuning, Pria di Makassar Diduga Curi iPhone

Aksi tersebut menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa waktu terakhir. Massa menilai kondisi itu perlu dijelaskan secara terbuka oleh Pertamina karena berdampak langsung terhadap masyarakat.

Selain persoalan ketersediaan BBM, demonstran mempertanyakan isu kenaikan harga Pertalite yang beredar di masyarakat. Mereka meminta Pertamina menunjukkan data dan kajian yang menjadi dasar penjelasan perusahaan mengenai kondisi tersebut.

img_title Jasad Leluhur Terbakar di Toraja Utara, Polisi Diminta Selidiki Penyebabnya

Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar

Photo :
  • Sulawesi.viva.co.id

Aksi sempat memanas ketika massa berusaha memasuki area Kantor Pertamina. Sejumlah demonstran mendorong pagar hingga terbuka, sementara beberapa lainnya terlihat memanjat pagar.

img_title Kebakaran di Sinjai Capai 15 Hektare, Hutan Lindung dan Kebun Warga Terbakar.

Petugas kepolisian yang berjaga kemudian mengamankan situasi. Setelah terjadi ketegangan, pihak Pertamina menemui massa dan menyampaikan penjelasan mengenai kondisi distribusi BBM di wilayah Sulawesi Selatan.

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, meminta maaf atas gangguan pelayanan yang dirasakan masyarakat selama sekitar dua bulan terakhir.

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Photo :
  • Sulawesi.viva.co.id

“Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama kurang lebih dua bulan terakhir,” kata Rainier saat menemui massa aksi.

Rainier mengatakan Pertamina sedang memperbaiki koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi. Perusahaan juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk mengurai antrean di SPBU.

Menurut dia, Pertamina akan menambah jam operasional sejumlah SPBU di Kota Makassar hingga 24 jam. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan dan mengurangi antrean kendaraan.

“Kami berupaya secepat-cepatnya. Tadi malam kami juga sudah langsung berkoordinasi dengan seluruh pihak, aparat penegak hukum, dinas provinsi terkait untuk mengoperasionalkan SPBU kami, terutama di wilayah Kota Makassar, dengan penambahan 24 jam,” ujar Rainier.

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya diterima massa. Juru bicara lapangan aksi, Vikasianus Iccang, mengatakan demonstran masih meminta data mengenai persoalan BBM dan LPG yang terjadi di Makassar serta Sulawesi Selatan.

Halaman Selanjutnya
img_title