90 Siswa Gowa Ikuti Sekolah Rakyat, Belajar di Takalar dan Makassar
- istimewa
SULAWESI.VIVA.CO.ID - Gowa - Sebanyak 90 siswa asal Kabupaten Gowa resmi diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan dilakukan secara simbolis di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa, (14/7).
Para siswa tersebut akan menempuh pendidikan di dua lokasi berbeda. Sebanyak 60 siswa ditempatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Takalar, sedangkan 30 siswa lainnya akan belajar di Sekolah Rakyat Terpadu tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Firdaus, mengatakan peserta didik yang mengikuti program berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
"Alhamdulillah hari ini kita melepas siswa-siswi Sekolah Rakyat mulai dari tingkat dasar, menengah pertama hingga menengah atas. Sebanyak 60 orang akan belajar di Kabupaten Takalar, sedangkan sisanya ditempatkan di Sekolah Rakyat Provinsi," kata Firdaus.
Ia berharap seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Tetaplah semangat anak-anak, raihlah masa depanmu setinggi mungkin," ujarnya.
Mewakili Bupati Gowa, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, drg. Rahmawati Djalil, mengatakan pelepasan itu menjadi awal perjalanan penting bagi para siswa dalam membangun karakter dan mengembangkan kemampuan.
"Hari ini adalah titik awal perjalanan besar anak-anak sekalian untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang kelak mampu memimpin bangsa dan negara," kata Rahmawati.
Ia menilai setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita melalui pendidikan. Karena itu, para siswa diminta menjaga semangat belajar, disiplin, dan terus berusaha selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Jadikan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai kesempatan emas untuk mengubah masa depan. Pendidikan bukan sekadar jalan menuju pekerjaan, tetapi jalan untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat," ujarnya.
Rahmawati menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Menurut dia, meningkatnya akses pendidikan dan lahirnya generasi yang berakhlak mulia juga menjadi indikator penting kemajuan Kabupaten Gowa.