Jokowi di Rakernas PSI 2026: Hati-hati Partai Besar Harus Siap Hadapi Perbedaan

Presiden ke-7 Joko Widodo Memberi Arahan ke Kader PSI
Sumber :
  • YT / Partai Solidaritas Indonesia

SULAWESI.VIVA.CO.ID, MAKASSAR — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi memberikan arahan kepada kader dan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 di Hotel Claro Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

img_title Andi Muzzakir Aqil, Ketua Demokrat Makassar

Rakernas ini mengusung tema “PSI Rumah Bersama: Politik Terbuka, Kerja Nyata untuk Indonesia.”

Dalam arahannya, Jokowi menyoroti perkembangan PSI yang dinilainya semakin terbuka dan inklusif, ditandai dengan banyaknya tokoh yang mulai bergabung dari berbagai daerah dan latar belakang.

img_title Lomba Tiup Kertas Anak Jalanan Meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia

“PSI sekarang ini telah menjadi Partai Super Tbk. PSI sekarang ini semakin terbuka, semakin inklusif. Banyak yang bergabung dan akan lebih banyak lagi yang akan bergabung. Baik itu tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh provinsi, tokoh-tokoh kabupaten dan kota, akan lebih banyak lagi,” ujar Jokowi di hadapan peserta Rakernas.

Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut juga membawa konsekuensi yang harus disadari seluruh kader.

img_title Sedan Mewah dan Minibus Bertabrakan di Simpang Veteran Makassar, Diduga Abaikan Traffic Light

Presiden ke-7 Joko Widodo Memberi Arahan ke Kader PSI

Photo :
  • YT / Partai Solidaritas Indonesia

Ia menyebut perbedaan selera, pandangan, hingga kepentingan akan muncul seiring meluasnya basis partai.

“Semakin banyak yang bergabung, artinya kita akan semakin beragam. Artinya lagi akan semakin banyak perbedaan-perbedaan," tutur Jokowi.

Kata dia, tantangan terbesar menunggangi partai politik itu adalah menghadapai maslaah, perbedaan selera terhadap satu sama lain para kader.

"Hati-hati, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan. Perbedaan selera, perbedaan keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya akan semakin banyak,” tegasnya.

Jokowi menekankan, bahwa perbedaan merupakan hal wajar dalam partai besar yang terbuka. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kedewasaan politik dan kemampuan mengelola keberagaman agar tidak berubah menjadi konflik internal. (*)