Pengujung Jumat, Jangan Lewatkan untuk Berdoa!!

Berdoa
Berdoa
Sumber :
  • Ilustrasi

Sulawesi.viva.co.id - Jumat adalah hari yang memiliki arti yang sangat istimewa bagi ummat Islam karena merupakan Hari Raya bagi mereka. 

Sangat banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan dan kekhususan hari Jumat dibandingkan dengan hari-hari yang lain. 

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam kitabnya Zaadul Ma’ad memuat hadits-hadits tersebut hingga beliau berkesimpulan paling tidak ada 33 kekhususan hari Jumat dari hari-hari yang lain.

Sedangkan Al Hafizh Suyuthi menulis kitab yang beliau beri judul Al Lum’ah fi Khashoish Al Jumu’ah. Beliau di kitab ini menyebutkan hadits-hadits yang sangat banyak, termasuk di antaranya hadits-hadits lemah yang menerangkan keutamaan dan kekhususan Jumat, di mana beliau berkesimpulan ada 101 kekhususan Jumat dari hari selainnya.

Di antara kekhususan itu, pada hari Jumat ada waktu mustajab untuk berdoa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, “Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya”. 

Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara fiqh hadits ini :

• Keutamaan berdoa pada hari Jumat

• Orang yang rajin beribadah adalah orang yang paling patut diterima doanya

• Anjuran untuk mencari waktu-waktu yang afdhal untuk berdoa

• Para ulama berselisih pendapat dalam menentukan waktu ijabah pada hari Jumat. Al Hafizh Ibnu Hajar telah menyebutkan 42 pendapat para ulama beserta dalilnya dalam menentukan waktu tersebut.

Di antara sekian banyak pendapat ada dua pendapat yang paling kuat karena ditopang oleh hadits shohih, yaitu pendapat pertama: waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat. Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu anhu, di mana beliau berkata saya telah mendengar Rasulullah shalallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang waktu ijabah, “Waktunya antara duduknya imam di atas mimbar hingga selesainya pelaksanaan shalat Jumat”.

Pendapat itu dipilih oleh Imam Muslim, Baihaqi, Ibnul Arabi Al Maliki, Al Qurthubi, Imam Nawawi.

Pendapat kedua menetapkan waktu ijabah tersebut adalah ba’da atau setelah shalat Ashar terutama menjelang Maghrib. Pendapat ini berdasarkan beberapa keterangan yang disebutkan dalam hadits, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaai dan lainnya dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda(artinya), “Hari Jumat 12 jam, padanya suatu waktu yang kapan seorang hamba muslim berdoa padanya niscaya Allah akan memberikannya, carilah waktu tersebut di penghujung hari Jumat setelah shalat Ashar”. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi, Al Mundziri dan Al Albani serta dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. Pendapat ini yang dipilih oleh banyak ulama diantaranya sahabat yang mulia Abdullah bin Salam radhiyallohu anhu, Ishaq bin Rahuyah,Imam Ahmad dan Ibn Abdil Barr. Imam Ahmad menjelaskan, “Kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu tersebut menyebutkan ba’da ashar…”