Islamophobia di Eropa dan Amerika

Imam Shamsi Ali
Sumber :
  • Istimewa

Sesungguhnya pendapat saya tersebut bukan hal baru. Seorang tokoh Musllim Eropa, Tariq Ramadan, sejak lama melemparkan hal yang sama. Bahwa untuk umat Islam Eropa (dan Amerika) harus mampu lepas dari mindset sebagai tamu di negaranya. Dan itu mengharuskan mempercepat proses integrasi di negara mana mereka berada.

img_title Beasiswa Terbuka Bagi Calon Mahasiswa Negara Asing Di Universitas Muslim Indonesia Makassar

Tentu diakui bahwa pandangan ini tidak jarang juga disalah pahami oleh sebagian masyarakat Muslim di Barat. Pada akhirnya yang terjadi bukan integrasi. Tapi melebur ke dalam masyarakat tanpa menjaga batas-batas yang ditetapkan oleh ajaran dan nilai-nilai agama. Karenanya, kita melihat ada orang Islam Barat yang jauh lebih liberal, baik pandangan maupun prilaku, daripada orang Barat itu sendiri.

Saya senang dan tentunya bangga telah menjadi mewakili Komunitas Muslim Amerika di acara Trans-Atlantic dialogue ini. Yang sesungguhnya bukan hal baru bagi saya. Di tahun 2007 lalu, saya menjadi salah seorang peserta dan pembicara mewakili Komunitas Muslim Amerika di acara yang sama ketika diadakan di Frankfurt Jerman. 

img_title Membakar Kitab Suci; Kebebasan atau Pelecehan?

Tentu harapannya, semoga hari ini lebih dari kemarin. Dan hari esok akan lebih baik dari hari ini. Karena Islamophobia bukan baru. Terjadi hari ini dan akan terjadi esok hingga zaman berakhir (akhir zaman). 

NYC Subway, 21 Pebruari 2023 

img_title FIFA, Qatar dan Eksposur Kemunafikan

Penulis: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation.