Tragis, Kakek Tewas Terpanggang Api Kebakaran Lahan
- sulawesi.viva.co.id
Sulawesi.viva.co.id– Kobaran api yang membakar hamparan lahan kebun di Kampung Latoka, Dusun Cammado, Desa Benteng, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Kab.Pangkep), Sulawesi Selatan, menewaskan seorang petani, Haji Mommi, berusia 85 tahun.
Dilansir dari kesaksian sang anak, korban masih terlihat di dalam rumah, Senin kemarin sekira jam 11.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) sebelum keduanya berpisah untuk aktivitas masing-masing.
"Saya ketemu bapak jam 11 siang, sebelum kita masing-masing keluar bekerja. Bapak ke ladang kebun, saya ke kantor. Pas saya pulang dari kantor jam 4 sore mendekati rumah, api sudah berkobar tinggi." kata Ansar, anak korban, Selasa (20/10/2026) dengan mata sembab sisa tangis air mata.
Kepolisian Sektor (Polsek) Mandalle mengidentifikasi di lokasi kebakaran usai api padam, dan menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa, dengan kondisi luka bakar berat. Terpanggang api.
"Warga bergotong royong memadamkan api secara manual, menggunakan air semprot pipa pengairan pertanian. Setelah itu kami tim kepolisian mengidentifkasi di lokasi, dan menemukan korban tewas tragis luka bakar berat." kata Kepala Polsek Mandalle, Inspektur Satu (Iptu) Sudin.
Suasana pilu menyelimuti rumah duka. Keluarga korban pasrah bersedih hati menerima nasib naas ini. Memilih menandatangani surat keterangan kematian korban, dengan penuh rasa luka sebab menolak untuk diautopsi.
Tragedi tragis ini menjadi pelajaran berharga sekaligus pengingat bagi keluarga dan masyarakat luas. Kebakaran lahan ada risiko yang tak boleh dianggap sepele bagi mereka yang dikepung kobaran api dan asap yang mengepul. Ancaman kematian dan gangguan kesehatan.(*)