Festival Panahan Tradisional, 2 Pemanah Putri Sulawesi Lolos ke Turki

Juara di Festival Panahan Tradisional Hedef KPBI di Makassar
Juara di Festival Panahan Tradisional Hedef KPBI di Makassar
Sumber :
  • Instagram @ihasa.official

Sulawesi.viva.co.id - Horseback Archery Competition atau Festival Panahan Tradisional Hedef yang diadakan Komunitas Pemanah Berkuda Indonesia (KPBI), di Stadion Barombong, Kota Makassar, memperebutkan tiket menuju perhelatan panahan internasional di Turki pada tahun depan.

Sebanyak 162 peserta yang merupakan perwakilan dari 16 pengurus KPBI seluruh Indonesia mengikuti perlombaan itu.

Diiringi perpaduan antara pukulan gendang dan alunan suara suling khas Makassar, pemanah yang terdiri dari perempuan dan laki-laki, masing-masing menembakkan anak panahnya ke target yang berjejeran di atas rumput lapangan stadion.

Di partai final pertandingan, tampil sebagai juara dan peraih tiket menuju festival internasional di Tukri, di kategori pemanah putra, yakni Okky Herdanata dari KPBI Yogyakarta, Qossam dari KPBI Jawa Tengah dan Onny Prasetyo dari KPBI Jawa Timur. Adapun pada kategori pemanah putri, yakni Dinar Husnayaini dari KPBI Celebes, Napiah dari KPBI Celebes dan Sharly Maidelina dari KPBI Aceh.

"Setelah pertandingan di internal KPBI, maka besok (Ahad) akan dilanjutkan dengan lomba memanah tradisional dan lomba seni memanah tradisional yang diikuti peserta dari luar pengurus KPBI," kata Abdul Haris selaku ketua penitia pelaksana, Sabtu, 12 November 2022.

Dalam pelaksanaan kegiataan itu, para peserta mengenakan busana tradisional khas dari sejumlah daerah dan negara. 

Festival Panahan Tradisional Hedef KPBI di Makassar

Festival Panahan Tradisional Hedef KPBI di Makassar

Photo :
  • Irfan

Tampil memberikan sambutan dan membuka acara secara resmi, yakni Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, Muhammad Faisal. Dia berpesan agar seluruh peserta tetap memperhatikan keselamatan.

Ketua Umum Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI), Alda Ananta, mengatakan sebelum resmi terbentuk menjadi sebuah lembaga, KPBI awalnya hanyalah sebuah komunitas, kemudian berbadan hukum.

Dia menyampaikan, panahan tradisional merupakan budaya dunia, termasuk Indonesia. 

Alda mengatakan, KPBI setiap empat bulan menggelar kejuaraan.

"Empat kali sudah kita adakan kejuaraan hedef, di Bandung, Jakarta, Aceh dan di Makassar ini," jelasnya.