TIM MEDIS UMI JANGKAU 120 WARGA DI WILAYAH TERPENCIL MANGGARAI
- Sulawesi.viva.co.id
SULAWESI.VIVA.CO.ID--Tim Bantuan Medis Universitas Muslim Indonesia atau UMI Makassar bersama Association of Medical Doctors of Asia atau AMDA menjangkau warga di wilayah Cibal dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Tim memberikan pelayanan kesehatan kepada 120 warga setelah menempuh perjalanan selama tiga hingga empat jam melalui jalan rusak dan kawasan pegunungan.
Perjalanan menuju lokasi menjadi salah satu tantangan dalam misi kemanusiaan tersebut. Sejumlah ruas jalan yang dilalui tim mengalami kerusakan, sementara akses menuju beberapa wilayah masih cukup sulit.
Tim bergerak ke Cibal dan Reok Barat pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.
Ketua Tim Bantuan Medis UMI di lapangan, dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B., mengatakan informasi dari lapangan menunjukkan masih ada wilayah yang membutuhkan dukungan tenaga medis.
"Kami mendapat informasi bahwa di sejumlah puskesmas belum ada dokter. Karena itu, setelah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kesehatan, kami bergerak ke Cibal dan Reok Barat," kata Berry.
Menurut dia, sebagian besar tim medis yang berada di Manggarai saat itu lebih banyak bergerak menuju wilayah Dampek. Sementara kebutuhan pelayanan kesehatan di Cibal dan Reok Barat masih cukup besar.
"Tempat ini belum banyak tersentuh karena rata-rata tim medis lain ke daerah Dampek. Karena itu kami mencoba menjangkau Cibal dan Reok Barat," ujarnya.
Setibanya di lokasi, tim membuka pelayanan di puskesmas darurat. Warga dari berbagai kelompok usia datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Sebanyak 110 pasien mendapatkan pelayanan di puskesmas darurat. Tim juga mendatangi 10 warga yang tidak dapat datang ke lokasi pelayanan melalui kunjungan rumah.
Dengan demikian, total 120 warga memperoleh pelayanan kesehatan dalam misi tersebut.
Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, dermatitis, serta gangguan tidur atau insomnia. Tim memberikan obat kepada pasien berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing.
Selain pelayanan medis, Tim Bantuan Medis UMI dan AMDA juga membawa sejumlah bantuan kebutuhan dasar. Bantuan itu meliputi obat-obatan, terpal, selimut, dan tenda bagi warga terdampak.