Tawaf, Sa’i dan Kehidupan Dunia

Imam Shamsi Ali
Sumber :

Sa’i sesungguhnya menjadi bagian dari pembicaraan tentang tawaf. Karenanya sa’i selalu mengekor kepada tawaf. Karena sesungguhnya sa’i adalah esensi dari perputaran itu. Hidup dalam dunia adalah hidup tertantang. Alqur'an menyebutnya dengan “balaa” (liyabluwakum). Dan karenanya perlu usaha sungguh-sungguh yang terpatri dalam amalan sa’i itu. 

img_title Kebangkitan dan Jati Diri Umat

Sa’i memaknai bahwa mencari rezeki Allah itu keharusan. Tapi ada dua hal yang harus menjadi catatan. Satu, apa yang diburu itu (dunia) kadang berwujud fatamorgana. Yang hakiki pada akhirnya apa yang Allah karuniakan. 

Dua, dalam urusan dunia kita berhak bahkan pada tataran tertentu wajib berusaha. Tapi kita tidak perlu miliki sikap superman yang seolah mampu menentukan. Pada akhirnya rezeki itu ditentukan oleh yang Maha Pemberi Rezeki. Manusia bisa merencanakan dan mengusahakan yang terbaik. Tapi hasil terbaik ada dalam QadarNya. Insya Allah! 

img_title Holywings, Penghinaan dan Intoleransi

New York City, 8 Juli 2022 

Penulis: Imam Shamsi Ali, pendakwah kelahiran Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang saat ini tinggal dan menetap mengembangkan dakwah Islam di Amerika Serikat.  

img_title Listrik Padam, Tabung Gas 3 Kg Langka, Antri BBM, DPRD Pangkep Panggil PLN Dan DiskopdagUKM