Membakar Kitab Suci; Kebebasan atau Pelecehan?
Saya akhiri dengan menegaskan kepada mereka yang melakukan pelecehan agama, Al-Quran, Nabi dan Rasul. Anda merasa pintar tapi sesungguhnya anda bodoh. Anda merasa beradab (civilized) tapi realitanya anda biadab. Dan ketahuilah buku yang anda bakar itu tidak sedikit pun mengurangi kemuliaan Al-Quran. Kami memang marah karena itu adalah rasa alami sebagai manusia sekaligus kewajiban kami untuk membelanya.
Ketahuilah, Al-Quran itu Kalam Ilahi yang tak akan pernah dihanguskan. Maka ketika anda membakar buku, yakinlah Al-Quran takkan bisa terbakar. Karena Al-Quran ada dalam penjagaan Dia Yang Maha menjaga langit dan bumi.
Pada akhirnya anda akan menyesal. Dan masa anda akan sadar dan terkagum-kagum. Karena semakin anda melakukan upaya untuk meredam Al-Quran itu, cahayanya akan semakin menembus jutaan jiwa manusia di negaramu dan di seluruh penjuru dunia.
Kami akan terus jujur dengan nilai-nilai ajaran agama dan moralitas, serta nilai-nilai universal itu. Karenanya kami konsisten dengan ajaran agama dan moralitas kemanusiaan kami. Sehingga kami tidak pernah dan tak akan melecehkan agama dan keyakinan orang lain. Selain itulah adab kemanusiaan juga karena itu adalah ajaran agama kami.
Dan jika dengan kenyataan itu kalian terus memupuk kemarahan “binasalah dengan kemarahan kalian” (Ali Imran:119).
Manhattan City, 24 Januari 2023
Penulis: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation.